Archive for April, 2008

Buku “Hidup Tanpa Ijazah”

Bukuhiduptanpaijazah

web : http://ajip-rosidi.com

Ada seorang putra Indonesia yang tak punya gelar akademik sama sekali, bahkan ijazah SMA pun tak punya karena ia tidak menamatkan SMA-nya, tetapi ia diangkat sebagai gurubesar di tiga perguruan tinggi di Jepang.

Bagaimana bisa ?

52 th yang lalu saat Ajip mau menempuh ujian nasional, ramai terjadi kebocoran
soal-soal ujian, orang tak segan mengeluarkan uang dalam jumlah banyak
untuk membeli soal ujian, guru-guru pun bisa disogok. Di koran-koran
timbul polemik tentang manfaat ujian. Dipertanyakan tentang keabsahan
ujian untuk menilai prestasi murid yang sebenarnya.

Ajip muda (16
tahun) berkesimpulan : orang tidak segan melakukan perbuatan hina,
membeli soal ujian atau menyogok guru, demi lulus ujian. Untuk apa
lulus ujian ? Untuk dapat ijazah. Untuk apa ijazah ? Untuk melamar
kerja. Untuk apa kerja ? Untuk dapat hidup. Kalau begitu, hidup berarti
bergantung kepada secarik kertas bernama ijazah ! Ajip terkejut sendiri
dengan kesimpulannya. Ia saat itu telah empat tahun berkarya (Ajip
mulai mengirimkan tulisan2 cerita dan puisi dan dimuat di koran2 dan
majalah2 sejak tahun 1952 saat umurnya masih 14 tahun) dan telah merasa
bisa hidup cukup mandiri dengan honorariumnya. Ajip bertanya, apakah
seorang pengarang membutuhkan ijazah untuk bisa hidup ? Tidak.

Ajip
memutuskan bahwa hidupnya tidak akan digantungkan kepada selembar
ijazah. Prestasinya tidak akan bergantung kepada selembar ijazah.
Menurutnya tak ada sekolah atau universitas yang dapat menuntunnya
menjadi seorang pengarang yang baik, apalagi ia punya pengalaman bahwa
guru2 bahasa Indonesianya semasa di SMP dan SMA harus lebih banyak
membaca daripada dirinya.

"Aku akan dapat meningkatkan
pengetahuan dan kemampuanku dalam bidang sastra dan penulisan dengan
banyak membaca. Dan membaca tidak usah di sekolah. Tidak usah juga
bersekolah tinggi karena aku sudah mengenal huruf-huruf. Buku-buku
dapat dibeli, atau dipinjam dari perpustakaan. Dalam membaca aku dapat
melampaui kebanyakan orang yang punya ijazah lebar. Dengan kian luasnya
bacaanku, maka tulisanku akan lebih berbobot. Kalau tulisanku berbobot,
niscaya orang-orang akan menghargaiku sebagai pengarang. Akhirnya yang
penting dalam hidup adalah prestasi yang diakui oleh masyarakat. Berapa
banyak orang yang mempunyai ijazah tinggi dan menduduki jabatan penting
dalam masyarakat tetapi tidak pernah memperlihatkan prestasi pribadi ?
Mereka akan lenyap dari ingatan masyarakat kalau mereka sudah pensiun
atau setelah meninggal. Aku ingin tetap dikenang orang walaupun aku
sudah meninggalkan dunia yang fana ini. Dan hal itu hanya dapat dicapai
dengan berkerja keras, dengan mencipta karya yang bagus. Orang akan
tetap mengingat namaku kalau karya-karya yang kutulis bermutu" begitu
tulis Ajip Rosidi di dalam buku ini halaman 167-168.

Dan,
keluarlah Ajip dari sekolah alias drop out, dia menulis surat kepada
gurunya di atas kartu pos, "saya tidak jadi ikut ujian nasional karena
saya akan membuktikan bahwa saya dapat hidup tanpa ijazah" Luar biasa
keputusan anak remaja ini, keputusan sendiri, tanpa memberi tahu orang
tuanya di Jatiwangi.

Dan puluhan tahun berikutnya adalah puluhan tahun pembuktian bahwa Ajip
bisa hidup tanpa ijazah. Sebuah bakat yang ditekuni secara luar biasa
akan berhasil luar biasa juga. Setahun sebelum ia keluar dari SMA, buku
pertamanya telah terbit ketika umurnya masih 17 tahun, berjudul
"Tahun-Tahun Kematian" (kumpulan cerpen). Itu adalah buku pertama yang
mengawali sebanyak lebih dari 110 judul buku berikutnya selama puluhan
tahun kemudian. Ajip menulis buku-buku baik kumpulan cerpen, kumpulan
puisi, roman, drama, penulisan kembali cerita rakyat, cerita wayang,
bacaan anak-anak, kumpulan humor, esai dan kritik, polemik, memoar,
bunga rampai, buku terjemahan, biografi (ada 10 halaman daftar lengkap
karya Ajip di buku otobiografi ini). Ajip menulis baik dalam bahasa
Sunda maupun bahasa Indonesia. Banyak karyanya diterjemahkan oleh
penerbit internasional ke dalam bahasa-bahasa asing Belanda, Cina,
Hindi, Inggris, Jepang, Jerman, Kroasia, Prancis, Rusia, Thai, dan
lain-lain.

Sepak terjang Ajip tak hanya dalam dunia penulisan
sastra dan sekitarnya. Ia adalah redaktur dan Pemimpin majalah Suluh
Pelajar (1953-1955) saat Ajip masih duduk di SMP dan SMA. Juga ia
menjadi pemimpin redaksi Majalah Sunda (1965-1967), Budaya Jaya
(1968-1979), dan Cupumanik (sejak 2005).

Ajip juga adalah
redaktur, pendiri dan pemimpin usaha2 penerbitan. Ia adalah seorang
redaktur Balai Pustaka (1955-1956). Tahun 1962 mendirikan Penerbit
Kiwari, tahun 1964-1969 mendirikan dan memimpin Penerbit Tjupumanik di
Jatiwangi. Tahun 1971 mendirikan Penerbit Pustaka Jaya dan menjadi
pemimpinnya. Tahun 1981 mendirikan Penerbit Girimukti Pusaka, Tahun
2000 ia mendirikan dan memimpin Penerbit Kiblat Buku Utama di Bandung.
Usaha penerbitannya ada yang terus berjalan sampai Sekarang (Pustaka
Jaya), ada juga yang telah lama berhenti.

Ajip juga sangat giat
dalam berorganisasi, misalnya tahun 1954 (umur 16 tahun) menjadi
anggota Badan Musyawarat Kebudayaan Nasional. Tahun 1956 menjadi
anggota Lembaga Bahasa dan Sastra Sunda. Tahun 1972-1981 menjadi ketua
Dewan Kesenian Jakarta (dewan ini juga dibentuk pada tahun 1968 atas
prakarsa Ajip. Tahun 1973-1979 sebagai ketua Ikatan Penerbit Indonesia
(IKAPI). Tahun 1993 Ajip mendirikan Yayasan Kebudayaan Rancage, sebuah
yayasan yang mengapresiasi karya-karya sastra daerah dalam bahasa
Sunda, Jawa, dan Bali.

Ajip juga menduduki banyak anggota
badan-badan kehormatan. Tahun 1960-1962 dia adalah anggota Badan
Pertimbangan Ilmu Pengetahuan bidang Sastra dan Sejarah. Tahun
1978-1980 sebagai staf ahli menteri Pendidikan dan Kebudayaan, tahun
1979-1982 menjadi anggota Dewan Fim Nasional, tahun 1979-1980 menjadi
anggota Dewan Pertimbangan Pengembangan Buku Nasional. Tahun 2002
diangkat menjadi anggota Akademi Jakarta.

Meskipun Ajip tak
menamatkan SMA-nya, tak pernah kuliah, bukan sarjana, tentu bukan
master, apalagi doktor, tahun 1967 ia diangkat sebagai dosen luar biasa
pada Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran di Bandung. Ajip pun
sering diundang memberikan kuliah umum di berbagai perguruan tinggi di
seluruh Indonesia. Dan, tahun 1981, Ajip diangkat sebagai Visiting
Professor pada Osaka Gaikokugo Daigaku di Osaka, Jepang. Ajip mengajar
di Jepang sampai tahun 2003. Ajip pun diangkat sebagai Gurubesar Luar
Biasa pada tahun 1983-1994 di Tenri Daigaku di Tenri, Nara, Jepang.
Tahun 1983-1996 menjadi Gurubesar Luar Biasa pada Kyoto Sangyo Daigaku
di Kyoto. Pensiun sebagai guru besar, Ajip pulang ke Indonesia pada
tahun 2003. Sekalipun Ajip berada di Jepang selama 22 tahun, dia tetap
menulis buku2nya dalam bahasa Sunda dan Indonesia, tetap berhubungan
dengan para penggiat sastra di Tanah Air, dan tetap memantau serta
mengelola organisasi2 yang pernah didirikannya dari jauh.

Satu hal yang sangat penting yang merupakan pesan Ajip melalui buku ini
adalah : meskipun pendidikan sangat penting, orang bisa juga berhasil
meskipun tidak atau kurang sekolahnya. Ajip telah membuktikan kepada
kita semua bahwa ia bisa hidup dan berhasil sampai punya reputasi
internasional bahkan sampai menjadi gurubesar di tiga perguruan tinggi
di luar negeri meskipun tak punya gelar akademik apa pun, bahkan ijazah
SMA pun tak ia miliki, Ajip benar2 : hidup tanpa ijazah.

Yang keren kl menurutku tuh ya, saat mengambil keputusan untuk tidak
mau ujian nasional SMA nya, starting point radikal yang dijalani dengan mantab dan penuh keyakinan …..

No comment »

Surat-surat Kartini

Ahoi_kartini_modern_by_niday

[Surat Kartini kepada Stella, 6 November 1899]
“Mengenai agamaku Islam, Stella, aku harus menceritakan apa? Agama
Islam melarang umatnya mendiskusikannya dengan umat agama lain. Lagi
pula sebenarnya agamaku karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku
dapat mencintai agamaku, kalau aku tidak mengerti, tidak boleh
memahaminya? Al-Quran terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan kedalam
bahasa apa pun. Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Di
sini orang diajar membaca Al-Quran tetapi tidak mengerti apa yang
dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi
tidak diajar makna yang dibacanya itu. Sama saja halnya seperti engkau
mengajarkan aku buku bahasa Inggris, aku harus hafal kata demi kata,
tetapi tidak satu patah kata pun yang kau jelaskan kepadaku apa
artinya. Tidak jadi orang sholeh pun tidak apa-apa, asalkan jadi orang
yang baik hati, bukankah begitu Stella?”

[Surat Kartini kepada E.E. Abendanon, 15 Agustus 1902]
“Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu
apa perlunya dan apa manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al-Quran,
belajar menghafal perumpamaan-perumpamaan dengan bahasa asing yang
tidak aku mengerti artinya, dan jangan-jangan guru-guruku pun tidak
mengerti artinya. Katakanlah kepadaku apa artinya, nanti aku akan
mempelajari apa saja. Aku berdosa, kitab yang mulia itu terlalu suci
sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya.

Suatu ketika, takdir membawa Kartini pada suatu
pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat yang juga
adalah pamannya. Pengajian dibawakan oleh seorang ulama bernama Kyai
Haji Mohammad Sholeh bin Umar(atau dikenal Kyai Sholeh Darat) tentang
tafsir Al-Fatihah. Kartini tertarik sekali dengan materi yang
disampaikan (ini dapat dipahami mengingat selama ini Kartini hanya
membaca dan menghafal Quran tanpa tahu maknanya). Setelah pengajian,
Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat.
Berikut ini dialog-nya (ditulis oleh Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai
Sholeh Darat).

 

“Kyai, perkenankanlah saya menanyakan, bagaimana hukumnya apabila seorang yang berilmu, namun menyembunyikan ilmunya?”
Tertegun Kyai Sholeh Darat mendengar pertanyaan Kartini yang diajukan secara diplomatis itu.
“Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?”. Kyai Sholeh Darat balik
bertanya, sambil berpikir kalau saja apa yang dimaksud oleh pertanyaan
Kartini pernah terlintas dalam pikirannya.
“Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan
arti surat pertama, dan induk Al-Quran yang isinya begitu indah
menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada
Allah, namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para
ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Quran dalam
bahasa Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia
dan sejahtera bagi manusia?”

Setelah pertemuan itu nampaknya Kyai Sholeh Darat
tergugah hatinya. Beliau kemudian mulai menuliskan terjemah Quran ke
dalam bahasa Jawa. Pada pernikahan Kartini , Kyai Sholeh Darat
menghadiahkan kepadanya terjemahan Al-Quran (Faizhur Rohman Fit
Tafsiril Quran), jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai dari
surat Al-Fatihah sampai dengan surat Ibrahim. Mulailah Kartini
mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya. Tapi sayang, tidak lama
setelah itu Kyai Sholeh Darat meninggal dunia, sehingga Al-Quran
tersebut belum selesai diterjemahkan seluruhnya ke dalam bahasa Jawa.

Kartini menemukan dalam surat Al-Baqarah ayat 257 bahwa ALLAH-lah yang
telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur). Rupanya, Kartini terkesan dengan kata-kata Minazh-Zhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya karena Kartini merasakan sendiri proses perubahan dirinya, dari kegelisahan dan pemikiran tak-berketentuan kepada pemikiran hidayah (how amazing…).
Dalam surat-suratnya kemudian, Kartini banyak sekali mengulang-ulang
kalimat “Dari Gelap Kepada Cahaya” ini. (Sayangnya, istilah “Dari Gelap
Kepada Cahaya” yang dalam Bahasa Belanda adalah “Door Duisternis Tot
Licht” menjadi kehilangan maknanya setelah diterjemahkan oleh Armijn
Pane dengan istilah “Habis Gelap Terbitlah Terang”).

Sumber:

http://hasdiputra.blogspot.com/2007/04/kartini-ingin-menjadi-muslimah-sejati.html
http://prabu.telkom.us/2007/05/09/menelusuri-jejak-kartini/
http://assalaam.or.id/warta/detailsiroh.php?id=1
http://saveusgue.wordpress.com/category/dan-terbitlah-terang/

No comment »

Temen-temen ikutan kajian yuk…..

Kmaren daftar SDTNI di Masjid Sunda Kelapa, lebih mahal daripada YISC Al-Azhar, cuman gpp, Dedi Mizwar aja bilang "Kalo memang perlu dana 30 Trilyun untuk memperbaiki moral bangsa ini, mengapa tidak"
Waktunya ada 2 pilihan sabtu dan minggu, aku pilih yang minggu aja deh, ntar ganti-gantian aja ngajinya di Al-Azhar, secara sabtu ngaji di Slipi, kalo malem minggu musti ngaji, la trus.. kapan maennya….

Leaflet_sdtni_revisi

Comments (1) »

Antara rindu dan logika

Saat rindu mengalahkan logika.
Apa yang akan dilakukan,
mencoba menaklukkan rindu,
atau mencoba menaklukkan logika?

No comment »

Paket Keputrian

Keptbookletfinish2mt9

Woro..Woro..

SPECIAL INVITATION to all the girls :

Yang mau ke surga…
Yang mau nikmatin dunia sekaligus nikmatin akhirat…
Yang masih merasa ada sesuatu yang kurang/hilang dalam diri…
Yang mau kumpul dengan teman baik..
Yang mau enjoy belajar Islam…
Yang ga’ mau nyia-nyiakan waktu muda…
Yang ingin hari esok lebih baik dari hari ini…
Yang ingin menikmati proses kedewasaan diri.. .

BERGABUNGLAH bersama kami di KEPUTRIAN RISKA (Remaja Islam Sunda
Kelapa) Menteng - Jakarta Pusat

Dengan ciri dan karakter khusus, kita hadir untuk membentuk "pribadi
Muslimah yang makin solehah, cerdas, gaul, dan profesional" . Dengan
warna khasanah pendidikan dunia Islam spesifik putri (alias cewe’)
berbekal ilmu bermanfaat dalam setiap aspek kehidupan dan juga
akhirat.

Programnya seabreg dan seru2 abis, plus cewek banget pastinya. Ada apa
aja siy? Ada program paket Cantik, paket Sehat, paket Cerdas, paket
Cinta…mau lebih jelas..yuk, mari lanjutttt!!!

Ada Paket Lengkap (Cinta, Cantik, Sehat, Cerdas) dan juga Paket 1 hari
di mana kamu bisa dapetin 2 paket dalam 1 hari..
Tapi tenang aja, semua paket di atas bisa dikombinasikan sesuai dengan
kebutuhan sobat semuanya.. =)

Fasilitas :
Ruang Belajar ber-AC, nyaman dan menyenangkan, apalagi berada di
lingkungan Masjid… adem euy…
oh ya… lokasinya strategis loh… di tengah kota… (tau Jakarta,
ga’ tau RISKA…?! kemana aja neng…)

Tuh kan… oke punya.. so buruan daftarkan segera, jangan sampai
terlewat. Kapasitas ruang belajar
maksimum 60 orang, siapa cepat… dia dapat.

SEGERA HUBUNGI :
Alief    = 0815-9599924
Aya     = 021-98004592
Lesty   = 021-70696054

atau bisa datang n tanya-tanya langsung ke:

Remaja Islam Sunda Kelapa - RISKA,
Remaja Islam yang punya gaya TM
Sekretariat:
Jl. Taman Sunda Kelapa #16
Menteng, Jakarta Pusat 10310
telp. 021 - 31905839
fax. 021 - 3154179
email: remajaislamsundakelapa@gmail.com
website: www.riskaonline.org

Terimakasih tuk siapa saja yang membantu mempublikasikan informasi
penting ini, semoga Allah SWT membalas dengan berlipat ganda, Aminnn…

No comment »

Menunggu

Ada satu guyonan yang selalu aku ingat saat aku menunggu baik nunggu di stasiun, nungguin temen atau apappun lah.

Orang Jepang sembari menunggu, mereka membaca buku
sedangkan orang Indonesia sembari menunggu, mereka SMS -an

Lucu ga sih, ya setidaknya lumayanlah kalo untuk menertawakan diri

Comments (2) »

Aku dan Puisi

I__m_writing_u_a_poem_by_saltyshadow

Hampir smua temenku heran dan kurang mempercayai kalo aku bikin puisi, bahkan ada yang bilang itu kamu cuman forward ya, atau masak itu puisinya kamu yang nulis dan sejumlah ketidak percayaan lainnya. Pliz deh, smua orang jg bisa bikin puisi kalee, lagian toh sudah diajarkan sejak SD, kalian pada tidur sih kl guru puisinya lagi menerangkan. kalo bener gak tidur, sana bacakan puisi diponegoro hehehe

Next Question
Itu puisinya untuk siapa ?
Dedi menjawab "semua puisiku dedicated to me and my self" titik. 
jadi buat para fans smua gak usah pada ngaku2in ya, halah mulai sok-sokan deh gw. gak kok ini smua kulakukan demi kalian semua halah lebih ngaco lagi.

Puisi kok gak ada sajak dan rima nya?
Gw bikin puisi gak terlalu peduli dgn apa itu sajak rima, seperti halnya aku menulis, aku menulis utk diriku sendiri, maka aku berpuisi jg untuk diriku sendiri, jadi kaedah bahasa gak terlalu penting. puisi itu untuk dirasa, selama puisi itu cukup mewakili perasaan di hati, itu sudah lebih dari cukup.

Next Question lagi

ciyeee lu lagi jatuh cinta ya bikin2 puisi ginian? sudahlah cewek tu banyak gak cuman dia!

halah pertanyaan apa seh itu, puisi itu ditulisnya udah kmaren-kmaren dulu, cuman baru gw posting sekarang, jadi suasanya ya sudah beda, moodnya jg beda, malah udah susah kali kalo dsuruh bikin puisi skarang. kalo dsuruh bikin puisi lagi ya males, jadi gw copy pastein liriknya ada band aja sebagai penutup hihihii

Bagaimana mestinya
Membuatmu jatuh hati kepadaku
Tlah kutuliskan sejuta puisi
Meyakinkanmu
Membalas cintaku

Comments (4) »

The Power of Ngaco …

biasanya tu gw kalo ngisi training/seminar/workshop tu materinya sputar panduan langkah demi langkah gt, ngoprek2 teknikal skalian mendemokan.

Nah cuman kali ini gw ngisi seminarnya bukan yg step by step, melainkan materi general, artinya gw gak perlu demoin sesuatu. gw tinggal cuap-cuap aja, dan seperti yang gw prediksikan sebelumnya, pasti gw bakalan ngaco nih ngomongnya huehehehe.

Dan rupanya benerrrrrrrr, gw ngaco abis, dan kl gw dah ngomong ngaco, biasanya ampuh. pulang sminar, peserta pada mrenung dah pasti, stidaknya mulai mikir2 karena otaknya udah pada rusak keracunan omongan gw huahahaha.

sebenarnya alokasi waktu yg disediakan buat gw bukan pada waktu yg tepat sih, yakni pembicara terakhir dari total 4 pembicara di waktu jam siang setelah istirahat. bisa dibayangin lah setelah sejak pagi peserta dijejali berbagai presentasi, plus abis istirahat siang. cuman ya itu tadi untungnya, the power of ngaco emang keren, cukup dalam beberapa menit gw ngomong didepan, langsung bisa membuat para pserta udah kaya terhipnotis ke gw hihihihi. dalam hitungan ke-10 kalian semua akan tertidur 1,2,3……10 halah sudah mulai berlebihan gw huehehe.

dah gw singkat aja deh, yg jelas seru. ketika pembicara2 laen cuman dikasi slot waktu 20 menit saja, gw ngisi sampe 50 menit huahaha, karna moderatornya dah gw bilangin dari awal "pokoknya gw gak mau dipotong karna waktu yg disediakan mo habis" hahahaha dan moderatornya pun bengong, dah gitu kl pembicara2 lain cuman dapet 2-3 pertanyaan, gw dapet 9 pertanyaan nah lo, sampe pembicara yg bareng gw malah gak dapet pertanyaan apapun karna nanyanya pada ke gw smua. yang jelas yg mustinya nyampein materi teknikal, malah kebablasan jadi motivator huehehe.

beberapa komen dari para saksi yang dsana nih, ntar gw dikirain boongan.
Moderator : Heboh pol waktu sessinya mas Dedi. (milis ubuntu-semarang)
Peserta : nanya, mas gimana belajarnya bisa ngomong kaya gitu tadi
Peserta luar kota : Iya nih, mas dedi jago juga jadi motivator,kapan-kapan diundang ke al-madinah salatiga mau gak ya?
Panitia : Saya termasuk korban dari materinya mas deddy.gara-gara mindset nya……… thanks.
Panitia : Banyak yang dapat Saya ambil kesimpulan dari
pemateri terakhir ini, begitu juga para peserta yang banyak terhibur
tentang motivasi-motivasi yang diberikan kepada pemateri muda ini.
http://blog.internetclub.or.id/index.php/2008/04/03/laporan-seminar-unisbank-goes-to-open-source/
Yang gak ikut aja bisa komen, nah lo : Yup’s..That’s The Power Of Mas Dedi.

foto gw ambil dari link diatas.
Foto8

ya ya begitulah cerita malam ini, dan bertambah lah dosa kesombongan gw…. haduh semoga tidak, gw cuman sekedar narsis aja kok hihihihi…..

Comments (2) »

Hari Ulang Tahun dan Seorang Ibu

Mother_and_daughter_by_xcgirl08

Nulis ini gara2 kok pada gak ngeh dgn apa yang aku tulis ke mills yisc kelas C
Rata-rata kok malah pada nanya, dedi lu aneh masak orang ulang tahun malah minta salamin ke mamanya.

Jadi begini pemirsa, ketahuilah bahwa di hari ulang tahun kalian tu, disaat kalian merayakannya dengan makan-makan lah, berpesta lah atau apapunlah.

sebenarnya dihari yang sama tersebut ada kejadian luarbiasa dimana seorang ibu berjuang mati-matian untuk melahirkan kalian. setiap perayaan yg kalian lakukan itu sebenarnya juga dalam rangka merayakan sebuah hari dimana cucur keringat seorang ibu sudah tak terhitung lagi, sebuah perjuangan seorang ibu dimana nyawanya lah yang dipertaruhkan untuk bisa mengeluarkan kalian.

bayangin aja, kalian cuman lahir gt aja tanpa merasakan apa-apa aja dirayain sedemikian rupa, masak ibu yg melahirkan di hari tsb tidak juga dirayakan, bayangkan itu bener-bener sebuah hari kemenangan bagi seorang ibu dapat melahirkan seorang bayi. sbuah upaya mulia menahan rasa pedih dan sakit, meregang nyawa antara hidup dan mati.

masak hanyalah sekedar sebuah salam untuk seorang ibu saja dianggap aneh, plis deh. mana bentuk kecintaan kalian sama ibu kalian hah, egois masak ulang tahun dirayain sndiri, kamu! ya kamu! yang lagi baca tulisan ini, siapa lagi kalo bukan kamu.

(hihihi puas gw maki2 di blog gw ini, secara gw kan kl di yisc memainkan tokoh pendiam, gak mungkin lah gw ngomong banyak2)

dan heran juga yang pada komentar ke gw krn gw sering balik semarang, ya elah gw balik kan balik kerumah, bertemu keluarga, bapak ibu adik, eee dibilang anak mama lah, manja lah, mbok-mbokan lah, mo dikawinin lah, istrinya di semarang lah dsb, istri dari hongkong.

kalo memang karena gw sayang sama orang tua, trus dibilangin anak mama, manja, mbok-mbokan dll ya biarlah gpp. hare gene mah smua makin aneh2 aja.

dedi lu makin aneh aja, orang bcandaan lu seriusin.
yeee gw kan juga cuman becanda, ngapain juga lu serius gt huehehe
lagian toh gw tau kok ujung-ujungnya kalian toh mo pada minta oleh-oleh juga
yach…. maklum lah nasib orang kampung,
slalu diperas sama orang2 yang ngakunya warga kota hihihihi

just kidding ya, no hurt feeling …

Comments (1) »

Jujur

Knapa sih kita musti jujur?
Agar kita bisa tidur nyenyak ……..

Comments (1) »