Jalan-jalan ke Batam
kbtulan ada kerjaan dibatam, kerjanya teknis, gak usah dibahas lah, jadi trlihat pinter ntar kekekeke. lokasi kerjaan dan nginep di nagoya-jodoh. banyak ruko, mall, toko-toko plus hotel dsini
waktu pertama kali ngliat Pulau Batam sama pulau sebelahnya yakni Singapura, kayanya kontras gt. batamnya terlihat di pinggirannya banyak tanah-tanah coklat sisa-sisa eksplorasi. tapi stlah dari bandara ke lokasi yang dituju, cukup surprise juga karena batam ini begitu hijau, banyak perbukitan. smntara bayanganku ttg batam tu adalah lokasi industri, pabrik2, ya tau sndri lah yg namanya pabrik. cuman trnyata wewww batam keren juga. hijau yang jelas, walau dsana-sini banyak sekali bukit-bukit yang dikepras kecoklatan yg dkorbankan untuk pembangunan ruko-ruko dan perumahan.
tidak ramah buat pejalan kaki.
karna aku lebih suka jalan-jalan, bener2 jalan yg make kaki maksudnya. sepertinya banyak ketidaknyamanan deh. mulai dari tidak semua perempatan jalan ada zebra cross nya sehingga kalau nyebrang tu agak susah. kemudian jalan trotoar pun juga ada yang aneh, masak ditanami rerumputan, sehingga kita jalan kakinya ya diatas rumput. yang paling menggangu di sepanjang jalan manapun lah, kalau enggak diteriaki tukang ojek ya ditepuk tangani mreka. belum angkot yang suka nglakson-nglakson orang jalan, ditambah taxi yang juga punya kelakuan yang sama dan itu bener-bener di sepanjang jalan. arrghh bukan kota yg cocok untuk pejalan kaki.
yang murah di batam
kalo untuk tahun ini, yang murah ya tinggal mitos belaka. sejak tidak berlaku lagi area bebas pajak di batam, ya semua barang sama aja harganya. barang elektroniknya juga kluaran lama malah, handphone sama aja, jadul2, spnjang jalan-jalan dsana gak nemu yg jualan PDA/smartphone. overall ya barang2 elektronik murah itu cuman kejayaan masa lalu lah. kcuali mobil seken, yakni sisa-sisa mobil singapura, karna disana mobil umurnya dibatasi 5-7 tahun aja, sehingga mbuangnya ya ke Batam. tapi mobil ini gak bisa keluar dari batam, karena plat nomernya dikasih huruf X misalnya BM 1234 XC, atau BP 1234 CX.
tempat jalan-jalan di batam
kemarin baru sempet ke danau di muka kuning, sama jembatan barelang. danau muka kuning asyik kl mnurutku. airnya tenang, banyak pepohonan hijau di sekelilingnya, seandainya ada kapal perahu gt pasti seru. so peacefull lah lokasinya kl mnurutku. muka kuning tu lokasi industri, kalo ksana naik angkot pas jam pulang kerja di sepanjang jalan banyak orang2 pabrik dengan aksesoris helm sama sepatu boat nya.
sedangkan untuk jembatan balerang, untuk ksana jauh kayanya dan gak ada angkot pula. waktu ksana ujan pula, basah deh. sampe sana wew indonesia emang keren, banyak pulau-pulau kecil ditengah, lautnya berwarna kehijauan bening. i love my country lah…. besok2 lagi kalo ke batam, yang aku pengin cuman wisata air aja, sewa pompong atau apapun lah. menyusuri laut dan danau bakalan jauh lebih seru dan menarik. selain itu kalo kita makan di tempat macam villa dan resort pemandangan pulau sebrang yakni singapura jg terlihat, trlihat jelas gedung2 tinggi. cuman lebih keren indonesia lah, lebih hijau pulau2nya, banyak perbukitan lebih natural, supra natural malah, halah apa coba.
ah kapan-kapan pokoknya harus maen air hihihihi, yakin ah besok-besok pasti dikirim lagi ke batam kekeke.
via said,
December 18, 2008 @ 10:05 pm
Bonjour…de,..Selamat siang.
Comment:heee,..setuju,..
Punteun,..kitas seneng banget yang namanya jalan2..trimksh ya,infonya..atau pengalamannya.
JAnuari 2009 nantiInsyaAllah ikut “Husband ke Batam…,terbang daru Jakarta,kalau ajak ortu ke Batam gimana dong ya.,.tenang bisa naiktaxi tembak kan,..Doakan biar sukses ya,..salam..
PaK Des said,
January 18, 2009 @ 1:35 am
Wah dek..
Nyasar nich…waktu anak saya nyari tugas photo jemb.barelang
nah waktu di cari di om goole nyasara ke sini…
Memang bener…
Saya yang dah 16 tahun lebih hidup di btm , memang mersakan dulu
berbagai kemudahan di batam, terutama dalam hal lapangan pekerjaan
yang tidak pernah habis.
Berapapun pendatang yang datang dari berbagai level pendidikan langsung
terserap semua.
Disamping harga elektronik yang murah baik baru maupun bekas, juga
kebebasan keluar masuk barang2 exs sinagpura, dan ini menjadi lahan
empuk bagio pedagang kita yang lintas negara.
Tapi sekarang….
Sudah jauh berbeda….
Kebalikan dari jaman dulu…
Tidak tertutup kemungkinan suatu saat nanti, batam menjadi kota
biasa spt kota lain di indonesia…
Tidak ada istimewanya…
Tidak usah ke batam lagi, karena ga’ ada apa2 nya..ya adek2 yg lain