Archive for October, 2008
Selamat Berpuasa
Ramadhan telah usai, puasanya dilanjut dong, masih ada syawal, senin-kamis dst.
Yang punya hutang puasa ramadhan, karna wajib hukumnya didahulukan dulu ya sebelum yang sunnah.
Bersabar ya dalam menjalani puasanya, pintu surga Ar-Rayyan memanggilmu deh ….. Amiiin
Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga terdapat satu pintu yang dinamakan pintu ‘al-Rayan’ yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Ditanyakan (oleh pintu tersebut): ‘Di manakah orang-orang yang berpuasa?’ Maka mereka pun masuk dari pintu tersebut. Setelah semua orang yang berpuasa memasukinya, pintu itu pun ditutup dan tak akan ada lagi yang masuk melaluinya.” (HR. Muslim, dari Sahl Ibn Sa’d).
Semangatnya bersekolah
mumpung masih era laskar pelangi.
inget tokoh lintang kan, kalo yg dibuku itu jalan yang harus ditempuh setiap harinya dari rumah ke sekolah sangat lah jauh dan penuh rintangan, misalnya slalu dihadang buaya setiap harinya. walaupun kl di film kurang pas memvisualisasikannya, kl jalannya dihadang buaya kan ya bisa agak muter kekanan atau kekirinya yg agak jauh gt, gak harus nunggu pawang buaya.
nah ibuku juga pernah bercerita jaman sekolahnya dulu, skitar tahun 70-an kali. waktu itu ibuku kan tinggal di desa, sementara untuk sekolah SMA harus ke daerah agak kota sana, jadi setiap hari ibu berangkat sehabis subuh pokoknya pas suasananya masih gelap tapi sudah mulai terlihat agak terang lah agar bisa sampe sekolah sebelum jam 7, patokannya cuman itu karna jaman dulu gak ada jam. jadi bisa dibayangkanlah seberapa jauhnya.
nah suatu ketika ternyata padang mbulan gitu, apa sih istilah indonesianya tuh, pokoknya gitulah. trus karna suasananya terlihat sptnya mulai ada cahaya, ibuku berangkat ke sekolah gitu, eh sampe sana ternyata belum juga pagi, karena dikirainnya waktu subuh, padahal masih tengah malam. nah lo…
jangankan jaman dulu, skarng aja mungkin ngeri bayanginnya
perempuan, malem-malem, sndirian, menempuh jarak yang jauh, sangat jauh malah, demi sebuah impian untuk bisa bersekolah seiring temen2nya ibu dulu di desa lebih memilih untuk menikah karena anak perempuan.
cuman itulah sebuah visi dan smangat yg sangat luar biasa, seringkali impian seseorang memang bisa menembus batas, bahkan sangat mungkin sesuatu yang tidak terfikirkan sebelumnya
Ketiduran di motor
kondisinya ini lagi yg didepan, bukan yg bonceng, soalnya naik motornya juga sendiri, malem-malem pula.
ceritanya tanggal 1 malem kmarin dari jogja naik kreta ke jakarta.
sampe jkt pagi langsung masuk kerja.
sore harinya diskusi agak berat dgn dia, melelahkan lah
pas mo pulang, malah ada problem.
yang pasti seharian tsb sangat melelahkan baik fisik maupun pikiran.
trus jam 8 malem pulang ke rumah, di jalan isinya ngantuk2 mulu.
sampe ternyata sepertinya aku ketiduran,
waktu naik motor kaya orang bangun tidur gitu
dalam hati sambil berfikir
“eh ini dimana ya, lagi di semarang, jogja apa jakarta ya”
sambil lihat kanan kiri dan kemudian merasa yakin bahwa ini di jakarta
kemudian berfikir lagi
“eh ini aku di jakartanya tu mau ke arah mana ya”
sambil terus melihat ke depan
“oh ini aku lagi di jalan mo pulang kekosan”
nah lo baru ngeh setelah skian lama diatas motor yg terus berjalan.
fiuhhh untung gak terjadi apa-apa, alhamdulillah.
setelah itu spanjang jalan sambil dzikir2 sama baca2 surat Quran yang dihafal dengan diucapakan agak keras biar gak ktiduran, dah ampir nyampe rumah, nanggung soalnya kalo mo istirahat. lagian jalanan pada sepi, pada tutup malam lebaran.
kita harus terus sekolah
Lintang
kita semua harus punya cite-cite
dan di sekolah inilah perjalanan itu kita mulai
kita harus terus sekolah
Nasehat dari seorang teman
Tentang pernikahan yang penuh keberkahan didalamnya
Kata seorang teman “Yang di garis bawahi adalah proses… Itu yang membedakan antara menikahi karena dien dan menikah sakarepe dewe.. (menentukan jalannya sendiri)
Kebarokahan rumah tangga dan keturunan insya Allah berawal dari proses ini..
Jadi ikhwah fillah… Berhati-hatilah dalam menjaga hati dan proses ta’aruf”
Seperti halnya rejeki.
setiap orang pasti akan mendapatkan rejekinya masing-masing, yang membedakan adalah ada yang diberikan keberkahan pada rejekinya dan ada yang sekedar mendapatkan rejekinya saja tanpa keberkahan yg menyertainya
Seperti halnya ketika memberi
ada yang diberikan dengan uluran kelembutan dan ada juga yang diberikan dengan cara dilemparkan.
- Pernikahan adalah sesuatu yang baik
- Untuk sebuah tujuan yang mulia
- Yang harus diperjuangkan adalah prosesnya agar tetap di jalan yang syar’i
- Sehingga keberkahan pernikahan menyertainya
Ya Allah, tuntun kami menuju jalan pernikahan yg Engkau berkahi dan ridhoi.
Lindungi kami dari segala hal yang melenakan yang membuat kami menyimpang dari jalan yang telah Engkau tentukan.
Lindungi kami dari segala keburukan yang tampak terlihat seperti kebaikan
Karuniakanlah kepada kami kemampuan untuk saling menjaga hati dan rasa hingga tiba saatnya nanti.
Aamiiiiin
keberhasilan dan kegagalan
Harun Al-Rasyid, “Saya tidak bangga dengan keberhasilan yang tidak saya rencanakan, sebagaimana saya tidak akan menyesal atas kegagalan yang terjadi di ujung segala usaha maksimal.”

