Mengurus Visa Amerika
Intinya tu adalah ribet tp cepet jadinya, banyak ngantri dan ngantri mulu, mahal Rp 1.441.000 dan belum tentu disetujui, alias ilang deh duitnya.
Visa amerika tu satu-satunya visa yang gak bisa diuruskan oleh Travel atau melalui calo, artinya harus datang sendiri ke kedutaan amerika yang lokasinya deket Monas dan St Gambir.Tapi sebelumnya harus membuat jadwal interview dulu dengan pihak kedutaan yang dilakukan secara online. Caranya dengan mengisi terlebih dahulu form DS-156 yang diisi secara Online melaui webnya dan satu form lagi DS-157 yang diisikan secara manual, bisa diketik trus di print sendiri atau di print kemudian ditulis tangan formnya.
formulir onliennya disini
http://jakarta.usembassy.gov/consular/GENFORMSINDO.html
Setelah mengisikan form DS-156 dan di klik submit, maka nanti akan muncul kode barcode nya, nah kode barcode itulah yang digunakan untuk membuat jadwal interview. Link berikut menuju pada menentukan jadwal interview dengan kedutaan amerika. Setelah memasukan kode barcodenya, maka kemudian bisa dipilih pada jam dan hari yang available untuk interview nya. Setelah selesai, print informasi jadwal interviewnya untuk dibawa sewaktu interview.
Pilihan jam interview ada 2 yakni pukul 7 pagi dan 9 pagi. Namun demikian saya diberitau temen untuk dating subuh jam 5 karena bakalan ngantri panjang, dan ternyata benar, aku datang jam 5 aja yang dah ngantri tu skitar 20-an orang, dimana sebagian besar diantaranya adalah para pelaut atau lebih tepatnya lagi, para pelaut pemula yang baru direkrut, sebagian dari mereka yang aku tanya, baru menjalani training 3 bulan. Interview baru dimulai jam 7 padahal, namun semakin lama antrian semakin panjang sepertinya, bahkan walau sudah dibuat 2 baris, antrinya tu dibawah rel kereta di sebelah kedutaan. Jadi kalo pagi-pagi lewat sana, ngeliat orang pada baris ngantri, ya itu lagi pada ngantri interview.
Namun demikian walau datang pagi, bukan berarti terus didahulukan rupanya, karena yang dipanggil duluan tu para pelaut itu yang jumlahnya kmarin tu skitar 60-an orang. Jadi mereka tu pada bawa kartu kuning gitu yang dibekali dari perusahaanya, trus petugas kedutaanya bilang, yang bawa kartu kuning silahkan masuk, itu skitar jam 7 kurang seperempat kira2. Jadi ya sudah deh, pelaut yang datang belakangan jadi duluan masuknya. Sampai akhirnya setelah semua pelaut kelar, giliran aku dan lainnya masuk, yakni jalan lurus ke pintu gerbangnya, disini dicocokkan daftar yang interview, maka pastikan jadwal interview yang diprint sebelumnya dibawa dan ditunjukkan.Setelah itu kemudian masuklah ke kedutaan.
Dan rupanya eee didalem tu masih ngantri juga, ya sudahlah, kirain masuk kedutaan diproses kelar, ternyata masih banyak antrian didalamnya, bahkan sampai mo keluar jg demikian. Antrian berikutnya adalah antrian untuk membayar biaya administrasi sebesar Rp 1.441.000, ($131) mereka hanya mau dalam bentuk rupiah, tidak dalam bentuk dolar, jadi ya nilai rupiahnya bisa berubah, yang jelas acuannya tu yang nilai dolarnya, namun bayarnya harus dalam bentuk rupiah. Amerika mah gak mau dollar mereka tuh, maunya emas sama minyak.Trus selesai membayar, ngantri lagi untuk memasukkan form DS-156 dan DS-157 yang sudah diberi foto.Nah kali ini ternyata setelah dicek sama petugas, fotoku salah, trus dikasih lembaran kertas ttg foto dan disuruh ke jalan sabang, tidak jauh dengan kedutaan, naik taksi Rp 5.000, sampe sana ternyata sepanjang jalan itu isinya toko2 foto… semua, gak semua sih tapi kebanyakan. Nah cuman waktu itu pagi masih jam 8 lebih lah, masih blum pada buka rupanya tokonya, trus jalan deh menyusuri sambil nyari2 toko yang buka, akhirnya ada satu took yang sudah buka, trus foto, tunggguin beberapa saat jadi deh, langsung naik bajaj ke kedutaan, kali ini gak ngantri di bawah rel, tapi langsung ke gerbang, tunjukin surat foto yang dikasih tadi, langsung masuk daaan…. Ngantri lagi deh, untuk memasukkan form ke bagian administrasinya. Setelah dipanggil dicek kelengkapannya lagi, trus ditanya tujuannya, selesai itu kemudiaannn…. Ngantri lagi……. Untuk masuk ke ruangan kantornya orang kedutaan, setelah masuk disini semua peralatan elektronik tidak dibolehkan masuk, disimpan oleh mereka. Masuk ke screening, sabuk sepatu jaket dilepas, smua yang disaku celana dikeluarkan, ribet dah pokokonya, cuman saat itu spt nya aku saja, lainnya tidak, entahlah…..
Sesudah melewati pintu screening daaaannnn ngantri lagi ternyata di ruangan yang lain sambil menunggu dipanggil namanya, setelah dipanggil namanya, masuk kedalam ruangan interview daaaan ngantri lagi deh untuk scan finger print, sesudah finger print selesai ngantri lagi deh untuk interview. Interviewnya tu bukan diruangan khusus, duduk di meja, tidak. Ruangannya ya itu, rame, orang kedutaannya di balik kaca, kita interview sambil berdiri gitu, ditanyain ke amerika mau apa, berapa lama, nginep dimana, atas biaya siapa. Aku kmarin gak ada masalah, kasih aja invitation letternya. Lainnnya gak dicek, itenary pesawat, hotel, keuangan dan lain-lain yang aku sertakan gak diliat sama sekali. Udah deh dikasih kertas lagi untuk ngambil passport dan visanya.
Pada bagian ini tidak semuanya disetujui visanya, ada yang ditolak, terutama yang tujuannya liburan sepertinya. Tidak lancar berbahasa inggris tidak masalah kok, pertanyaanya gak susah,ada yang menjawab terbata-bata, campur bahasa Indonesia, ada yang terlihat bingung juga disetujui visanya. Yang inggris nya lancar jg gak selalu disetujui, yang pasti harus jelas tujuanya untuk apa, berapa lama, menginap dimana, biaya siapa. Udah itu aja, yang simple mah kasih invitation letter, trus surat keterangan dari kantor udah deh gak banyak ditanya-tanya.
Kalau disetujui maka dikasih kertas kecil untuk ngambil visa dan passportnya, kalau passportnya dikembalikan berarti gak disetujui dan mereka pasti bilang alasannya kenapa tidak disetujui. Yang jelas uang RP 1.441.000 hilang sudah kalau tidak disetujui.
Selesai interview dan diberi kertas ngambil visa trus keluar, eh keluarnya masih ngantri lagi.. untuk ngambil barang2 elektronik dan lainnya yang sebelumnya dititipkan. Dan sudah deh pulang.
Pengambilan visa nya cepet kok, cuman 2-4 hari kerja, gak sampai lebih dari seminggu lah. Kalo ngambilnya sore hari jam 14.30, aku gak tau detail gmana prosesnya karena yang ngambil temen kantor, yang jelas waktu itu tanggal 2 januari ngambilnya, sewaktu kedutaan lagi pada didemo PKS terkait penyerangan Israel atas jalur Gaza. Katanya sih parkirnya jauh, jalannya juga jauh karena kedutaan dijaga banyak petugas brimob yang menjaga dari para pendemo. Namun demikian visa tetap bisa diambil dengan lancar.
Dan menariknya aku dapet visa 5 tahun, padahal biasanya kalau pertama apply dapatnya cuman 3 bulan. Baru yang berikutnya dapet 5 tahun, eh aku langsung dapet 5 tahun. Lucky me ……

san said,
April 8, 2009 @ 11:40 am
wah hebat juga yah.. kl boleh tau.. invitation letternya dr mana??
selamat yah
fen said,
April 26, 2009 @ 12:25 pm
alo mas sy jg ada rencana kerja ke amrik nih..
iya mas invitation letternya dapat dari mana ya?
terus waktu mas di interview mas jawab apa aja?
tujuan ke sana ngapain?
emailin ya ke
fenz_lin@yahoo.com
thx..
dedi said,
April 26, 2009 @ 7:56 pm
kbtulan dulu saya keperluannya training, jadi invitation letternya ya dari penyelenggara training.
pertanyaannya
1. tujuannya mo ngapain? training bla bla bla
2. nginep dmana? hotel bla bla bla…
3. pembiayaanya gmana? kantor …..
4. brapa lama dsana? sekian hari/minggu/bulan ..
fen said,
April 28, 2009 @ 9:51 am
wah enak ya ada invitation letter dari perusahaan..
kalau pake foto copy green card teman kita yg di amrik trs minta kirimin dan di jadikan surat sponsor bisa gk ya?
terus kalo gk ada invitation letter alasan apa yg lbh enak ya ketika di tanya tujuan kita?
apakah bisa make alasan “kerja sementara disana” atau “berlibur sementara” ya?
dedi said,
April 28, 2009 @ 8:03 pm
yang jelas kalau dengan alasan liburan, sudah pasti ditolak visanya …
atau mendingan coba hubungi biro travel aja, nanya2 ke mereka.
untuk interview anda memang harus dateng sndiri, tp mungkin mreka bisa mempersiapkan surat2 referensi yg diperlukan entah itu berupa ivitation letter atau apapun.
ellie said,
July 30, 2009 @ 10:33 am
wah mas selamat ya.. aku mw nanya donk.. kebetulan aku jg ada rencana kesana.. selain invitation letter dr t4 kerja disana, kita butuh data orang yg bakal jadi sponsor kita disana ga? kebetulan temen aq kewarganegaraan sana dan akan kerjal di tempatnya, kemungkinan jg tinggal dirumahnya. kira2 boleh ga ya? dan karena pembiyaan aq ditanggung dia data apa yg harus aku sertain untuk bisa kesana.ngomong-ngomong kesalahan fotonya karna apa? trus kemarin bilang brp lama ? ko bisa dapat yg 5 thn? ohiya setelah menunggu 3 hari itu visanya dah bisa dipake kan? thanks ya mas… aku butuh banget infonya….
dedi gunawan said,
July 30, 2009 @ 6:21 pm
intinya yang harus ada itu
1. invitation letter
2. dsana mau apa? (saya print info trainingnya)
3. tinggal dmana? (saya print lokasi hotel, peta sama foto hotel, sama email2an konfirmasi kamar, serta contact orang hotelnya)
4. pendanaan (print rekening kantor 3 bulan terakhir)
saya dsana cuman 2 minggu.
sbaiknya cantumkan dengan lengkap data dan contact temennya.
kalau mau kerja dsana, sbaiknya disertai jg bahwa sudah diterima bekerja dsana, biar tidak dikira masih nyari2 kerjaan dsana.
foto salah ukuran, karna saya make foto lama huehee..
stlah dapet visa bisa langsung dpake hari itu juga kok
slamat bekerja dsana … trancam jadi banyak uang nih huehe….
gunawansapta_adjie@yahoo.co.uk said,
July 31, 2009 @ 9:55 am
Kayaknya Hampir Sama Semua Mas Dedi .. Untuk Visa Business Rata2 Dapat Multiple Entry (Alias 5 Tahun - B1/B2).
Masalah Dapetin Invitation Letter, Entah Acaranya Seminar.. Pameran .. Pelatihan .. dsb, Gampang. Termasuk Untuk Jadwal Itinerary (Perjalanan Kita : Hotel, Pesawat, Taksi - Rent A Car, Dsb).
Saya Dulu Dapet Visa Yang Sama Seperti Mas Dedi .. Paspor Juga Masih Kosong Dan Belum Pernah Naik Pesawat .. Hahaha..
Jadi Siapkan Dokumen Yang Bener, Mental Juga Harus Berani.. Dan Ada Beberapa Trik khususnya. Hahaha..
Email Aja Kalo Mau Konsultasi dan Sharing..
Salam !
gunawansapta_adjie@yahoo.co.uk said,
July 31, 2009 @ 10:14 am
@Buat Ellie :
selain invitation letter dr t4 kerja disana, kita butuh data orang yg bakal jadi sponsor kita disana ga?
Jawab :
Invitation Letter/Surat Sponsor Tidak Harus Dari Tempat Kerja Disana. Kecuali untuk Visa H2B/Kerja. Harus bawa Surat Petisi Yang Dikeluarkan Company Dari US Atas Nama Kita Dan Bla..Bla.. Bla.. Soal Aturan2 Kerja Kita.
Tapi Kalo Invitation Untuk Visa Seperti Dedi .. Bisa Dengan Surat Invitation dari Acara Di US (Bisa Apa Saja Bentuk Kegiatannya).
Soal data Orang yang Mengundang, Biasanya Berbentuk Contact person dan Alamat dari penyelenggara Acara (Event Organizer, misalnya).
Jadi Kita Bisa Pakai Nama Mereka Buat ‘Beking’ .. Istilah Gampangnya.
kebetulan temen aq kewarganegaraan sana dan akan kerjal di tempatnya, kemungkinan jg tinggal dirumahnya. kira2 boleh ga ya?
Jawab :
Biasanya Sangat Jarang Jika Penangung Jawab Kita Disana Mau Dipakai Namanya Untuk Sponsor Kita, Jika tahu Niat Kita Disana Mau kerja. Padahal Kita Pakai jenis Visa Seperti Punyanya Dedi (Turis/Bisnis/Kunjungan Singkat). Karena Meski Visa Berlaku 5 tahun, tapi Yang Jadi Patokan Adalah Stay Permit-nya (Ijin Tinggal Kita .. Bisa 1 - 3 - 6 Bulan.. tergantung Keputusan INS/Imigrasi Di US Sana, Saat Kita Datang).
Artinya Orang Yang Berani Tanggung Tinggal dan Kerja Orang2 Diluar Visa Kerja, Pasti Bakal Kena Masalah Imigrasi. Baik Ella Maupun Temen Ella Yang Bule Itu. Saya Rasa Beliau, Ragu Jika Tau Niat Ella Mau Kerja.. He2.
dan karena pembiyaan aq ditanggung dia data apa yg harus aku sertain untuk bisa kesana?
Jawab :
Coba Tanyakan Dulu pada Temen Amrik Ella Dulu, Jujur Aja Ke Dia. Meski Dibiayai, Tapi Mungkin Tujuannya Untuk Urus Proses Visa Turis Aja.
Ella Cuma Diijinkan Tinggal Untuk Berkunjung, Selama Ijin Tinggal Ada. Kecuali Jika Beliau, Secara Sengaja/Diam2 .. Menyimpan Ella Dan Membolehkan Ella Untuk Bekerja Secara Gelap.
Kenapa Tidak Dicoba Dengan Jenis Visa Lain ? Banyak Cara Dan Jalan Koq..
ngomong-ngomong kesalahan fotonya karna apa?
Jawab :
Mungkin Dedi Gak Baca Ketentuan Foto Visa.. Hehe. Padahal Sudah Jelas2 Ditulis Pada Website Kedutaan Dan Pada Jadwal Wawancara. Disitu Sudah Jelas ditulis Foto Visa Ukuran 5 X 5 cm, Foto Warna Dengan Latar Belakang Putih.
Untuk yang Tinggal Di Jakarta, Bisa Lebih Yakin.. Jika Foto Di JakartaPhoto, Jalan Sabang - Jakarta Pusat Itu… Hehe (Promosi…He2)
trus kemarin bilang brp lama ?
Jawab :
Biasanya Alasan Visa Bisnis Dan Turis, Antara 1 - 2 minggu kunjungan.
ko bisa dapat yg 5 thn?
Jawab :
Bukan Cuma Punya Dedi Aja Koq Ella .. Rata2 Visa B1 (business) Itu Dapat 5 Tahun. gak Aneh itu ..
Kecuali Untuk Turis, Ada yang 1, 3 tahun.. Semua Tergantung Penilaian Pihak Konsuler. Jika Dianggap cukup visa 1 tahun yang dikasih cuma 1 tahun, tapi jika dirasa bisnisnya menguntungkan mereka, rata2 dikasih 5 tahun.
ohiya setelah menunggu 3 hari itu visanya dah bisa dipake kan?
Jawab:
Visa Bisnis Yang Diajukan Dedi, Biasanya Bisa dipakai sesuai dengan undangan yang berlaku. (Jika Nggak Ingin Dideportasi). Maksudnya, Jika Undangannya tgl 10 agustus .. maka dedi harus berangkat tanggal 8/9 agustus. Dan tiba disana pada tanggal yang sama (inget indo dan US ada sistem Timezone) .. Tetapi Kalo Berangkatnya setelah acara berakhir .. maka siap2 aja, kena masalah .. ditanya2 imigrasi .. termasuk di deportasi.
thanks ya mas… aku butuh banget infonya….
konsultasi dan sharing aja ella .. seneng berbagi pengalaman ini sama siapapun.
gunawansapta_adjie@yahoo.co.uk
neni A said,
November 28, 2009 @ 6:50 am
maaf mas, saya mw tanya jg,,
kebetulan saya ada sodara saya yang di AS, udah bertahun2 disana dan sekarang suda menetap jadi WNA. saya punya rencana pergi kesana untuk kerja dulu terus melanjutkan kuliah disana dan tinggal bersama sodara saya. saya tidak akan selamanya tinggal disana mungkin 4-5 tahun saja.
tolong saya? bagai mana cara mengurus passprt? dan visa? juga yang lainnya supaya bisa kesana???
tolong bantuannya,,
tolong email bantuannya?? terimakasih.
neni A said,
November 28, 2009 @ 6:54 am
tolong mas…email bantuannya ke : A_syalsabila@yahoo.com..
terimakasih..
rian said,
December 12, 2009 @ 7:32 pm
Selamat siang mas,
Saya Rian, mau bertanya tentang aplikasi Visa US. . .
Mas, Saya dengar kalo kita mau aplikasi Visa US itu kita juga harus melengkapi dengan medical check up sebelum interview yah mas (terutama bagi WNI yang mau sekolah atau visa tinggal). . .
Kalau mas tau medical check up nya itu yang “General Medical Check Up” (yang cek fisik telanjang bulat seperti mau masuk jadi Polisi/TKI gitu) atau cuman macem cek-cek gula darah, jantung, X ray, dsb.
Terima kasih mas, semoga mas toni dapat membantu menjelaskan,
Saat ini saya sedang explore dulu masalah visa ini,
Best Regards,
dedi said,
December 13, 2009 @ 5:00 am
saya tidak ada medical check up sama sekali