Idul Adha 2009

seperti halnya misalnya seseorang yang kita cintai atau yang kita beri perhatian meminta sesuatu katakanlah baju misalnya, maka tanpa perlu berfikir ribuan kali mengenai anggaran, kita akan dengan senang hati dan penuh cinta untuk membelikannya, membelikan yang terbaik dan bahkan mungkin mengemasnya sebaik-baiknya.

maka kali inipun ketika momen itu tiba, umat muslim saling berlomba mewujudkan cintanya kepada Rabbnya. berusaha mempersembahkan yang terbaik untuk sesuatu yang paling dicintai dimuka bumi ini.

Pada dasarnya tidak ada yang kita miliki, bahkan diri kita. semua milik Allah dan akan kembali kepada Allah. demikian juga dengan sebagian rizki yang dititipkan kepada kita yang kita sisihkan untuk berkurban.

sholat ied dilapangan al-azhar, yang memberikan ceramah pak mentri olahraga adyaksa dault. keren abis ceramahnya….. jadi bangga punya mentri spt pak adyaksa, baru kali ini sepertinya ceramah beliau begitu berapi-api, mantab abis lah…..

idul adha kali ini, aku gak pulang semarang. cuman dikosan aja, untungnya embak memasakkan ketupat opor, mungkin biasa tp spesial jg sih, soalnya kalo lebaran biasanya dirumah nenek masaknya bukan ketupat lontong opor, melainkan gudeg, soalnya rumah nenek tu di jogja.

aktivitas lainnya gak ada huehehe, aku tu gak suka kambing huehehe. jadi suka bingung sendiri kalo ngliat masakan dirumah kambing lagi, kambing lagi entah dalam bentuk sayur A, sayur B dst…. walaupun ada yg daging sapi, tapi tetep aja berasa kambing sepertinya hehe. 

yang seneng tu karna biasanya ada banyak daging dirumah, jadi aku biasanya ngumpulin temen2 buat nyate gitu, entah temen kampus, temen organisasi dll, ya pokoknya rame2 lah ngumpul2 gitu, trus mulai deh ritual nyatenya mulai dari bersihin daging, motong2, ngasih bumbu, ngipas2, ngasih kecap dst nya. seneng aja rasanya, walau makan satenya cuman buat formalitas aja, biar kesannya makan gt hehehe. ya bagiku it’s happiness….. ngliat temen2 seneng sudah cukup membuatku ikutan seneng. embeeekk………….

Comments (2) »

Untuk diriku

Hidup tak selamanya indah

Seperti halnya langit yang tak selalu cerah

semakin gelap dan pekat suatu malam

pertanda semakin dekat dengan datangnya pagi

dan sebuah pelangi nan indah itupun muncul setelah hujan badai

Comments (1) »

Lama gak nulis ….

beberapa teman sudah mulai menanyakan kapan mo ngupdate blog nya.

hmm jawaban sederhananya ada di arti penting huruf B dan C.

hiks keyboard laptopku error gak bisa ngetik huruf itu …..

jadinya males kalo mo nulis nulis hehehe…..

ini dulu aja kali utk updatenya ………

No comment »

Demotivation

Comments (1) »

Selamat Berpuasa

Ramadhan telah usai, puasanya dilanjut dong, masih ada syawal, senin-kamis dst.

Yang punya hutang puasa ramadhan, karna wajib hukumnya didahulukan dulu ya sebelum yang sunnah.

Bersabar ya dalam menjalani puasanya, pintu surga Ar-Rayyan memanggilmu deh ….. Amiiin

Rasulullah Saw. bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga terdapat satu pintu yang dinamakan pintu ‘al-Rayan’ yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa. Ditanyakan (oleh pintu tersebut): ‘Di manakah orang-orang yang berpuasa?’ Maka mereka pun masuk dari pintu tersebut. Setelah semua orang yang berpuasa memasukinya, pintu itu pun ditutup dan tak akan ada lagi yang masuk melaluinya.” (HR. Muslim, dari Sahl Ibn Sa’d).

Comments (1) »

Semangatnya bersekolah

mumpung masih era laskar pelangi.

inget tokoh lintang kan, kalo yg dibuku itu jalan yang harus ditempuh setiap harinya dari rumah ke sekolah sangat lah jauh dan penuh rintangan, misalnya slalu dihadang buaya setiap harinya. walaupun kl di film kurang pas memvisualisasikannya, kl jalannya dihadang buaya kan ya bisa agak muter kekanan atau kekirinya yg agak jauh gt, gak harus nunggu pawang buaya.

nah ibuku juga pernah bercerita jaman sekolahnya dulu, skitar tahun 70-an kali. waktu itu ibuku kan tinggal di desa, sementara untuk sekolah SMA harus ke daerah agak kota sana, jadi setiap hari ibu berangkat sehabis subuh pokoknya pas suasananya masih gelap tapi sudah mulai terlihat agak terang lah agar bisa sampe sekolah sebelum jam 7, patokannya cuman itu karna jaman dulu gak ada jam. jadi bisa dibayangkanlah seberapa jauhnya.

nah suatu ketika ternyata padang mbulan gitu, apa sih istilah indonesianya tuh, pokoknya gitulah. trus karna suasananya terlihat sptnya mulai ada cahaya, ibuku berangkat ke sekolah gitu, eh sampe sana ternyata belum juga pagi, karena dikirainnya waktu subuh, padahal masih tengah malam. nah lo…

jangankan jaman dulu, skarng aja mungkin ngeri bayanginnya

perempuan, malem-malem, sndirian, menempuh jarak yang jauh, sangat jauh malah, demi sebuah impian untuk bisa bersekolah seiring temen2nya ibu dulu di desa lebih memilih untuk menikah karena anak perempuan.

cuman itulah sebuah visi dan smangat yg sangat luar biasa, seringkali impian seseorang memang bisa menembus batas, bahkan sangat mungkin sesuatu yang tidak terfikirkan sebelumnya

No comment »

Ketiduran di motor

kondisinya ini lagi yg didepan, bukan yg bonceng, soalnya naik motornya juga sendiri, malem-malem pula.

ceritanya tanggal 1 malem kmarin dari jogja naik kreta ke jakarta.

sampe jkt pagi langsung masuk kerja.

sore harinya diskusi agak berat dgn dia, melelahkan lah

pas mo pulang, malah ada problem.

yang pasti seharian tsb sangat melelahkan baik fisik maupun pikiran.

trus jam 8 malem pulang ke rumah, di jalan isinya ngantuk2 mulu.

sampe ternyata sepertinya aku ketiduran,

waktu naik motor kaya orang bangun tidur gitu

dalam hati sambil berfikir

“eh ini dimana ya, lagi di semarang, jogja apa jakarta ya”

sambil lihat kanan kiri dan kemudian merasa yakin bahwa ini di jakarta

kemudian berfikir lagi

“eh ini aku di jakartanya tu mau ke arah mana ya”

sambil terus melihat ke depan

“oh ini aku lagi di jalan mo pulang kekosan”

nah lo baru ngeh setelah skian lama diatas motor yg terus berjalan.

fiuhhh untung gak terjadi apa-apa, alhamdulillah.

setelah itu spanjang jalan sambil dzikir2 sama baca2 surat Quran yang dihafal dengan diucapakan agak keras biar gak ktiduran, dah ampir nyampe rumah, nanggung soalnya kalo mo istirahat. lagian jalanan pada sepi, pada tutup malam lebaran.

Comments (2) »

kita harus terus sekolah

Lintang

kita semua harus punya cite-cite
dan di sekolah inilah perjalanan itu kita mulai
kita harus terus sekolah

No comment »

Nasehat dari seorang teman

Tentang pernikahan yang penuh keberkahan didalamnya

Kata seorang teman “Yang di garis bawahi adalah proses… Itu yang membedakan antara menikahi karena dien dan menikah sakarepe dewe.. (menentukan jalannya sendiri)

Kebarokahan rumah tangga dan keturunan insya Allah berawal dari proses ini..

Jadi ikhwah fillah… Berhati-hatilah dalam menjaga hati dan proses ta’aruf”

Seperti halnya rejeki.

setiap orang pasti akan mendapatkan rejekinya masing-masing, yang membedakan adalah ada yang diberikan keberkahan pada rejekinya dan ada yang sekedar mendapatkan rejekinya saja tanpa keberkahan yg menyertainya

Seperti halnya ketika memberi

ada yang diberikan dengan uluran kelembutan dan ada juga yang diberikan dengan cara dilemparkan.

  • Pernikahan adalah sesuatu yang baik
  • Untuk sebuah tujuan yang mulia
  • Yang harus diperjuangkan adalah prosesnya agar tetap di jalan yang syar’i
  • Sehingga keberkahan pernikahan menyertainya

Ya Allah, tuntun kami menuju jalan pernikahan yg Engkau berkahi dan ridhoi.

Lindungi kami dari segala hal yang melenakan yang membuat kami menyimpang dari jalan yang telah Engkau tentukan.

Lindungi kami dari segala keburukan yang tampak terlihat seperti kebaikan

Karuniakanlah kepada kami kemampuan untuk saling menjaga hati dan rasa hingga tiba saatnya nanti.

Aamiiiiin

Comments (3) »

keberhasilan dan kegagalan

Harun Al-Rasyid, “Saya tidak bangga dengan keberhasilan yang tidak saya rencanakan, sebagaimana saya tidak akan menyesal atas kegagalan yang terjadi di ujung segala usaha maksimal.”

No comment »

Balasan surat untuk ikhwan

bismillahirrahmanir rahim…

Malam telah larut terbentang. Sunyi. Dan aku masih berfikir tentang dirimu, akhi. Jangan salah sangka ataupun menaruh prasangka. Semua semata-mata hanya untuk muhasabah terutama bagi diriku, makhluk yang Rasulullah SAW sinyalirkan sebagai pembawa fitnah terbesar.— Suratmu sudah kubaca dan disimpan. Surat yang membuatku gementar. Tentunya kau sudah tahu apa yang membuatku nyaris tidak boleh tidur kebelakangan ini.

“Ukhti, saya sering memperhatikan anti. Kalau sekiranya tidak dianggap lancang, saya berniat berta’aruf dengan anti.”

Read the rest of this entry »

Comments (1) »

happiness

Dimanakah mencari kebahagian?

kebahagiaan tidak usah dicari

kebahagiaan ada saat kita memberi

kebahagiaan hadir saat kita berbagi

Comments (1) »

Jalan Cinta Para Pejuang

kalau cinta berawal dan berakhir karena Allah,
maka cinta yang lain hanya upaya menunjukkan cinta padaNya,
pengejawantahan ibadah hati yang paling hakiki:
selamanya memberi yang bisa kita berikan,
selamanya membahagiakan orang-orang yang kita cintai.
-M. Anis Matta-

Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya. Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya!
Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan!
‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali. Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya..

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali. Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah. ’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.

”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali. ”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.” Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.
Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri.

Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. ’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah.
’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..” Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah.
Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi. ’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!”
’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha. Mencintai tak berarti harus memiliki. Mencintai berarti pengorbanan untuk kebahagiaan orang yang kita cintai. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan.

Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak. Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?
”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..”
”Aku?”, tanyanya tak yakin.
”Ya. Engkau wahai saudaraku!”
”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”
”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”
’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. ”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.

Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi. Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.
”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”
”Entahlah..”
”Apa maksudmu?”
”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”
”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka, ”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”
Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. ’Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”
Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian. Dan bagi pencinta sejati, selalu ada yang manis dalam mencecap keduanya.

Di jalan cinta para pejuang, kita belajar untuk bertanggungjawab atas setiap perasaan kita..

sumber :

http://salim-a-fillah.blogs.friendster.com/my_blog/2008/07/mencintai_sejan.html

http://dhy88.multiply.com/reviews/item/3

No comment »

Menjelang Milad ku

keinginan tahun ini masih sama dengan keinginan milad tahun lalu yang belum terwujud juga hihihi. yakni NOC (Nikah, Overseas, CCIE) tapi stidaknya sudah ada perkembangan menuju ke arah sana.

1. Nikah

Nikah nya belum, kalo lamarannya ditolak sudah hehehe. Lainnya hmmm belum bisa dituliskan, mohon doanya saja, kalau memang merupakan kebaikan semoga dimudahkan.

2. Overseas

Kerja overseas nya belum, cuman training2 aja. ya lumayanlah tinggal nunggu waktu yang tepat aja. dalam waktu dekat training lagi rencananya.

kmarin dibatalkan training MetroE di Malaysia karna kelasnya udah penuh, trus kelas berikutnya di Sydney. udah nyiapkan semua dokumen buat visa, ngurus tiket, nyari2 hotel eee dibatalkan lagi karna pesertanya tidak memenuhi kuota fiuhh…

kelas berikutnya di san jose, tapi gak tau bisa sempet ngurus VISA nya gak, visa US suka rewel, paling lama ngurusnya dan sbagian pada ditolak, padahal dah bayar sjutaan. bisa2 visa nya jadi, kelasnya udah jalan .. ah sudahlah optimis aja, smoga gak ada hal2 lain yang batal lagi.

pengennya sih kerja aja, kl mo deket ya ke singapura, kl yg jauhnya sih di bumi para nabi sono di middle east huehe, mohon doanya aja semoga diberi yang terbaik.

3. CCIE

Tinggal selangkah lagi, planning belajar yg bener2 disiplin mo dimulai abis lebaran ntar, yang jelas butuh manajemen belajar yang tepat untuk lulus ujian lab nya, terlebih pengaturan waktu nya yg musti diatur strateginya. bulan ini blajar dari baca2 success story dan failed story orang2. bulan depan mulai dari dynamips IEWB labnya, kl udah sepertinya perlu beli router, skarang masih punya 5 router, tinggal beli skitar 5-10 ruter lagi kayanya, kalo perlu jual pulsar dah huehe. kalo switch layer 3 dikantor banyak yg bisa dpake, cuman kalo router emang terbatas, jadi harus beli kayanya nih.

Teringat ceritanya Tumpal yg sampe ujian 3x, sekali ujian tu bisa abis sktar 35juta-an katanya. ujiannya aja skitar $1500, tiket psawat $1300, penginapan, makan dll. ujian pertama dibayari kantornya waktu masih di Lintasarta, cuman gak lulus, ujian kedua duitnya saweran kluarga2nya, orang tuanya, mertuanya dan gak lulus juga, sampe ujian ketiga yg menggadaikan rumah nya baru lulus fiuh… perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. semoga aku ntar ujian nya skali aja ah, blajarnya musti tepat strateginya, doanya aja ah smoga diberi yang terbaik.

buat temen2 smua, tanggal 12 tu masih beberapa hari lagi kok,

masih ada waktu buat nyiapin kado hehehe ngarep…..

berharap sesuatu spesial dari seseorang yang spesial halahhh kekeke

No comment »

Doa Buka Puasa

Doa buka puasa trnyata hadistnya dhoif
http://rosyidi.com/doa-buka-puasa-ternyata-dhoif/
http://salafydenpasar.wordpress.com/2007/09/19/dhaifnya-hadits-tentang-doa-berbuka-puasa-transkrip-kajian/
http://www.eramuslim.com/ustadz/hds/6a11121331-doa-buka-puasa-iallahumma-laka-shumtu…i-bukan-hadits-shahih.htm

Doa sblum makan trnyata hadistnya dhoif juga.

Doa Makan yang Benar

Berdasarkan dalil yang sahih, do’a makan adalah :

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda :

“Apabila seseorang di antara kamu memakan makanan, hendaklah membaca:
“bismillah”
Apabila lupa pada permulaannya, hendaklah membaca:
Bismillahi fii awwalihi wa akhirihi”
(HR. Abu Dawud 3/347, At-Tirmidzi 4/288, dan lihat kitab Shahih At-Tirmidzi 2/167)

No comment »